REPEATER
Pengertian
Secara
bahasa, repeater adalah penguat sinyal. Sedangkan menurut istilah, repeater
adalah sebuah perangkat elektronik yang menerima isyarat dalam bentuk sinyal
dan melakukan transmisi sinyal dengan daya yang lebih tinggi sehingga sinyal
bisa menjangkau area yang lebih luas. Dengan bahasa yang lebih sederhana,
repeater adalah suatu alat untuk menangkap sinyal dan meningkatkan kekuatan
sinyal untuk bisa diakses oleh perangkat yang digunakan.
Fungsi
Repeater
merupakan perangkat yang berfungsi untuk menerima sinyal yang berisi data
dalam suatu jaringan. Dengan menggunakan repeater maka jangkauan jaringan
akan lebih luas. Repeater menerima sinyal dan kemudian memancarkan kembali
sinyal yang identik dengan sinyal asal, tetapi dengan cara yang berbeda.
Umumnya repeater memancarkan kembali sinyal tersebut dalam frekuensi yang
berbeda dari frekuensi sinyal asal.
Tipe repeater
1.
Telephone
Repeater
Telephone
repeater adalah jenis repeater yang digunakan pada saluran telepon.
Pada saluran kabel telepon biasanya sinyal akan terdegrasi
karena jarak tempuh yang jauh. oleh karena itu, repeater
harus digunakan agar sinyal yang diterima oleh pengguna
telepon jelas. Pada telepon, sinyal dikirimkan secara dua arah.
Hal ini menyebabkan sistem kerja repeater pada telephone repeater
ini lebih kompleks.
Pada sistem
ini tidak boleh terjadi interfensi antara gelombang sinyal yang satu dan
yang lainnya untuk menghindari adanya feedback yang mungkin
akan menggangu alur komunikasi. Selain di darat, telephone repeater
juga digunakan sebagai sarana komunikasi di bawah laut, atau yang lebih
dikenal dengan istilah submarine cable repeater.
2.
Optical
Communications Repeater
Repeater ini
berfungsi untuk memperkuat jangkauan sinyal didalam kabel serat optik
(fiber optic cable). Didalam serat kabel optik, informasi
digital secara fisik berwujud sebagai light pulses. Light pulses (Dalam
bahasa Indonesia disebut pulsa cahaya) tersebut terbentuk dari foton
yang kemudian foton tersebut bisa tersebar secara acak di dalam kabel
serat optik.
3.
Radio
Repeater
Repeater
jenis ini, seperti namanya, berfungsi untuk memperkuat sinyal radio.
Pada umumnya repeater jenis ini mempunyai satu antena yang
berfungsi sekaligus sebagai receiver dan transmitter. Repeater
tipe ini akan mengubah frekuensi sinyal yang diterimanya sebelum
dipancarkan kembali. Sinyal yang dipancarkan sinyal repeater ini
akan mampu menembus objek penghalang.
BRIDGE
Pengertian
Bridge
atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut
dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang
banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan.
Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area
Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe
jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan
alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan
kemudian menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan
melalui jaringan. Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya,
hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan
dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan
keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk
menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak,
sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Cara
kerja
Untuk
memahami cara kerja bridge, bridge dapat diibaratkan seperti ‘repeater yang
cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah
kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim
sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya
ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam
sinyal tersebut.
Kontras
dengan kerja repeater, bridge merupakan alat yang sedikit lebih cerdas. Bridge
mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan
secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang
terhubung melalui bridge. Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang
dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan
lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut
memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.
Kelebihan
& Kekurangan
Kelebihan
bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak
dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya.
Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol
seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani
oleh router.
Walau
begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi
melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya
meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10
MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan
komunikasi antar protokol.
NIC (NETWORK INTERFACE
CARD)
Pengertian
NIC
merupakan sebuah perngkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti
sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan
suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface
Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan
(Network Card), LAN Card dan juga Ethernet Card.
NIC
dipasangkan pada sebuah slot yang terdapat di dalam motherboard komputer. Saat
ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk
ekspansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk
tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port
yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam
menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah komputer, agar
komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.
Fungsi
NIC
pada dasarnya memiliki beberapa fungsi. Namun demikian, disamping berbagai
macam fungsi yang terdapat pada NIC tersebut, NIC memiliki satu tugas utama
yang paling penting. Tugas utama dari sebuah NIC tersebut adalah untuk mengubah
aliran data berbentuk parallel di dalam bus sebauh komputer menjadi aliran data
yang berbentuk serial, sehingga nantinya aliran data yang berbentuk serial
tersebut bisa saling di transmisikan di dalam media jaringan komputer.
Jenis
NIC
Network Interface Card pada dasarnya terbagi menajdi dua jenis. Berikut
ini adalah kedua jenis Network Interface Card :
a.
Network
Interface Fisik / Physical
Sesuai
dengan namanya, Network Inteface card fisik merupakan sebuah Network
Interface yang dapat didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu dan
ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa kita
gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk mengkoneksikan sebuah
komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
b.
Network
Interface Logis / Logical
Berbeda
degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak
dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah
software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya
seolah – olah menjadi sebuah Network Interface Card.